Selasa, 22 Desember 2015

RANCANG BANGUN KAPAL_LINDA PRATIWI



  Linda Pratiwi
  Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan


‘’ RANCANG BANGUN KAPAL PERIKANAN TANGKAP’’

1.               
1.                  Fungsi – fungsi dari gading kapal, galar kapal, linggi haluan kapal, linggi buritan kapal, lunas kapal dan balok dek, yaitu :
-                      Gading Kapal
Gading-gading merupakan kerangka dari lambung kapal, kulit kapal dilekatkan pada gading ini dengan keeling atau las. Menurut biro klasifikasi jarak dari gading ini satu dengan yang lain maximum adalah 0,5 meter. Gading-gading biasanya dibuat dari profil siku (L) ada juga yang dibuat dari profil siku dengan bulb (L) atau profil T.
Fungsi gading – gading antara lain sebagai berikut :
1)                  Gading – gading memperkuat badan kapal secara membujur karena konstruksi gading – gading melintang badan kapal.
2)                  Tempat menempelnya kulit kapal. Gading – gading diberi tanda / nomor dengan angka dari belakang kedepan. Penomoran dimulai dari bidang tegak belakang ( cagak kemudi ) sebagai gading nol atau Gading Buritan. Gading sebelah depan Gading Nol diberi nomor urut : ( + ) 1 , 2 , 3, 4 , 5 dst dan gading – gading sebelah belakang gading Nol diberi nomor urut : ( - ) 1, 2, 3, 4, 5 dst atau dengan huruf abjad kecil : a, b, c, d, e dst. 
Jenis Gading – gading yaitu :
1)                  Gading – gading Haluan : Gading – gading yang terletak didepan sekat pelanggaran.
2)                  Gading Buritan / Gading Nol : Gading yang terletak sebidang dengan cagak / poros kemudi.
3)                  Gading – gading yang terletak dibelakang gading  ola tau gading Buritan.
4)                  Gading – gading simpul : Gading – gading yang terletak disepanjang tabung poros baling – baling, mulai dari sekat kedap air belakang s/d linggi baling – baling.
5)                  Gading Besar  : gading yang terletak dipertengahan panjang kapal dan bagian – bagian yang membutuhkan perkuatan,misalnya kamar mesin. 6. Gading – gading Biasa : Gading – gading selain 1 s/d 5.
-                      Linggi Haluan
Linggi haluan kapal merupakan lanjutan dari lunas ke arah depan dan berfungsi menghubungkan papan kulit bagian kiri dan bagian kanan. Selain itu linggi haluan juga menghubungkan galar-galar pada kedua sisi kapal. Seperti lunas, linggi haluan dapat dibuat terdiri dari satu bagian saja, atau terdiri dari dua bagian, linggi haluan atas dan linggi haluan bawah.
-                      Linggi Buritan
Linggi haluan kapal merupakan lanjutan dari lunas ke arah depan dan berfungsi menghubungkan papan kulit bagian kiri dan bagian kanan. Selain itu linggi haluan juga menghubungkan galar-galar pada kedua sisi kapal. Seperti lunas, linggi haluan dapat dibuat terdiri dari satu bagian saja, atau terdiri dari dua bagian, linggi haluan atas dan linggi haluan bawah.
-                      Lunas Kapal
Lunas adalah bagian lambung kapal yang terpenting, karena lunas ini merupakan penguat memanjang yang terletak ditengah-tengah kapal, dan semua bagian kontruksi yang lain secara langsung ataupun tidak dihubungkan dengan lunas ini. Umumnya lunas ini dibuat dari tiga buah plat yang dilas satu dengan yang lain, sehingga merupakan profil I, bagian dari bawah profil I ini disebut plat lunas atau keel plate, yang merupakan plat dasar tengah, sedang pada kapal besar plat ini merupakan penguat sedang plat dasar tengah dipasang dibawahnya. Bagian yang tegak dari profil I inidinamakan lunas tegak atau vertikal keel sedang bagian atas dinamakan plat rider atau rider plate.
Lunas kapal berfungsi sebagai pondasi kapal yang terbuat dari beberapa buah balok kayu yang disambungkan untuk memperkuat bangunan memanjang kapal.
-                      Balok Dek
Balok geladak (Balok Dek) dipasang pada tiap jarak gading-gading. Ada dua carapemasangan balok geladak:
1.                   Arah melintang Pemasangan balok geladak arah melintang berfungsi sebagai berikut : 
-                      Gading-gading dapat lebih berfungsi sebagai penguat melintang darigading-gading sehingga tidak melengkung ke arah dalam atau ke arahluar akibat adanya tekanan air atau gaya-gaya lain yang bekerja padasisi kapal.
-                      Menahan geladak sebanyak mungkin beserta muatan diatasnya, dalamhal ini balok geladak harus cukup teger agar tidak melentur ke bawah.
2.                  Arah memanjangPemasangan balok geladak secara memanjang berfungsi untuk:
-                      Penguatan memanjang, sehingga kekakuan seluruh strukturkapal bertambah.
-                      Menyangga geladak sebnyak mungkin serta muatan diatasnya,sehingga balok geladak memiliki ketegaran yang cukup.

2.                  Kelebihan dan kekurangan dari bentuk kasko kapal ikan tipe buritan
Kapal perikanan juga harus maemiliki kapasitas yang cukup besar dan tetap stabil dalam kondisi apapun.  Kasko kapal adalah kemiringan bagian bawah kapal, yang merupakan dasar dari bentuk kapal. Bentuk kasko kapal sangat berpengaruh terhadap daya tampung stabilitas kapal ketika berlayar.  (Alam Ikan 1) menjelaskan bahwa bentuk kasko kapal perikanan pada bagian haluan berbentuk ”V”  bottom, sedangkan pada bagian tengah hingga buritan terdapat lima variasi bentuk kasko kapal perikanan, yaitu:
1.                  Round bottom, yaitu tipe kasko kapal dengan bentuk bulat hampir setengah lingkaran; 
2.                  Round flat bottom, yaitu tipe kasko kapal dengan bentuk bulat yang rata pada bagian bawahnya; 
3.                  ”U”  bottom, yaitu tipe kasko kapal yang memiliki bentuk seperti huruf ”U”,
4.                  Akatsuki bottom, yaitu tipe kasko kapal yang berbentuk hampir menyerupai huruf ”U”, tetapi setiap lekukannya membentuk suatu sudut dan rata pada bagian bawahnya, dan 
5.                  Hard chin bottom, yaitu tipe kasko kapal yang berbentuk hampir sama dengan Akatsuki bottom, tetapi pertemuan antara lambung kiri dan kanan kapal pada bagian lunas membentuk suatu sudut seperti dagu.
Bentuk kasko dari suatu kapal mempengaruhi kapasitas muat, stabilitas, olah gerak dan tahanan yang disebabkan oleh kasko kapal (tahanan kasko).Dari keempat hal tersebut yang memiliki peran paling dominan terhadap besamya tahanan gerak total dari suatu kapal adalah tahanan kasko, dan besar kecilnya tahanan gerak total ini akan mempengaruhi besamya kecepatan kapal pada saat bergerak.
Djatrniko (1983), menyatakan bahwa tahanan kasko (tahanan tekanan) adalah suatu tahanan yang timbul karena adanya pengaruh dan bentuk pada bagian kasko kapal yang  berada di bawah air. Tahanan kasko yang timbul lebih dipengaruhi oleh dimensi utama  kapal dan juga dipengaruhi oleh koefisien bentuk, luas permukaan kapal yang terbenam di dalam air menentukan besamya tahanan bentuk kapal (Muckle dan Taylor, 1987). Besarnya tahanan kasko yang dimiliki oleh masing-masing kapal dari tiap-tiap bentuk kapal berbeda-beda.
Bentuk kasko memiliki pengaruh terhadap besamya tahanan kasko yang dialami oleh kapal, Bentuk kasko yang memiliki tahanan kasko terbesar adalah bentuk "U" bottom dan "Akatsuki" bottom. Kemudian dilanjutkan dengan bentuk round flat bottom dan hard chin bottom. Kelompok yang mempunyai tahanan kasko terkecil adalah kelompok kapal dengan bentuk kasko round bottom.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar