Linda
Pratiwi
Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
‘’
RANCANG BANGUN KAPAL PERIKANAN TANGKAP’’
1.
1.
Fungsi
– fungsi dari gading kapal, galar kapal, linggi haluan kapal, linggi buritan
kapal, lunas kapal dan balok dek, yaitu :
-
Gading
Kapal
Gading-gading
merupakan kerangka dari lambung kapal, kulit kapal dilekatkan pada gading ini
dengan keeling atau las. Menurut biro klasifikasi jarak dari gading ini satu
dengan yang lain maximum adalah 0,5 meter. Gading-gading biasanya dibuat dari
profil siku (L) ada juga yang dibuat dari profil siku dengan bulb (L) atau
profil T.
Fungsi gading – gading antara lain
sebagai berikut :
1)
Gading – gading memperkuat badan kapal
secara membujur karena konstruksi gading – gading melintang badan kapal.
2)
Tempat menempelnya kulit kapal. Gading –
gading diberi tanda / nomor dengan angka dari belakang kedepan. Penomoran
dimulai dari bidang tegak belakang ( cagak kemudi ) sebagai gading nol atau
Gading Buritan. Gading sebelah depan Gading Nol diberi nomor urut : ( + ) 1 , 2
, 3, 4 , 5 dst dan gading – gading sebelah belakang gading Nol diberi nomor
urut : ( - ) 1, 2, 3, 4, 5 dst atau dengan huruf abjad kecil : a, b, c, d, e
dst.
Jenis Gading – gading yaitu :
1)
Gading – gading Haluan : Gading – gading
yang terletak didepan sekat pelanggaran.
2)
Gading Buritan / Gading Nol : Gading
yang terletak sebidang dengan cagak / poros kemudi.
3)
Gading – gading yang terletak dibelakang
gading ola tau gading Buritan.
4)
Gading – gading simpul : Gading – gading
yang terletak disepanjang tabung poros baling – baling, mulai dari sekat kedap
air belakang s/d linggi baling – baling.
5)
Gading Besar : gading yang terletak dipertengahan panjang
kapal dan bagian – bagian yang membutuhkan perkuatan,misalnya kamar mesin. 6.
Gading – gading Biasa : Gading – gading selain 1 s/d 5.
-
Linggi
Haluan
Linggi haluan
kapal merupakan lanjutan dari lunas ke arah depan dan
berfungsi menghubungkan papan kulit bagian kiri dan bagian kanan. Selain itu
linggi haluan juga menghubungkan galar-galar pada kedua sisi kapal. Seperti
lunas, linggi haluan dapat dibuat terdiri dari satu bagian saja, atau terdiri
dari dua bagian, linggi haluan atas dan linggi haluan bawah.
-
Linggi
Buritan
Linggi haluan
kapal merupakan lanjutan dari lunas ke arah depan dan
berfungsi menghubungkan papan kulit bagian kiri dan bagian kanan. Selain itu
linggi haluan juga menghubungkan galar-galar pada kedua sisi kapal. Seperti
lunas, linggi haluan dapat dibuat terdiri dari satu bagian saja, atau terdiri
dari dua bagian, linggi haluan atas dan linggi haluan bawah.
-
Lunas
Kapal
Lunas
adalah bagian lambung kapal yang terpenting, karena lunas ini merupakan penguat
memanjang yang terletak ditengah-tengah kapal, dan semua bagian kontruksi yang
lain secara langsung ataupun tidak dihubungkan dengan lunas ini. Umumnya lunas
ini dibuat dari tiga buah plat yang dilas satu dengan yang lain, sehingga
merupakan profil I, bagian dari bawah profil I ini disebut plat lunas atau keel
plate, yang merupakan plat dasar tengah, sedang pada kapal besar plat ini
merupakan penguat sedang plat dasar tengah dipasang dibawahnya. Bagian yang
tegak dari profil I inidinamakan lunas tegak atau vertikal keel sedang bagian
atas dinamakan plat rider atau rider plate.
Lunas
kapal berfungsi sebagai pondasi kapal yang terbuat dari beberapa buah balok
kayu yang disambungkan untuk memperkuat bangunan memanjang kapal.
-
Balok
Dek
Balok
geladak (Balok Dek) dipasang pada tiap jarak gading-gading. Ada dua
carapemasangan balok geladak:
1.
Arah melintang Pemasangan balok geladak arah
melintang berfungsi sebagai berikut :
-
Gading-gading dapat lebih berfungsi
sebagai penguat melintang darigading-gading
sehingga tidak melengkung ke arah dalam atau ke arahluar akibat adanya tekanan
air atau gaya-gaya lain yang bekerja padasisi kapal.
-
Menahan
geladak sebanyak mungkin beserta muatan diatasnya, dalamhal ini balok geladak harus cukup teger agar tidak melentur
ke bawah.
2.
Arah memanjangPemasangan balok
geladak secara memanjang berfungsi untuk:
-
Penguatan
memanjang, sehingga kekakuan seluruh strukturkapal bertambah.
-
Menyangga
geladak sebnyak mungkin serta muatan diatasnya,sehingga
balok geladak memiliki ketegaran yang cukup.
2.
Kelebihan
dan kekurangan dari bentuk kasko kapal ikan tipe buritan
Kapal perikanan juga harus maemiliki
kapasitas yang cukup besar dan tetap stabil dalam kondisi apapun. Kasko
kapal adalah kemiringan bagian bawah kapal, yang merupakan dasar dari
bentuk kapal. Bentuk kasko kapal sangat berpengaruh terhadap daya tampung
stabilitas kapal ketika berlayar. (Alam Ikan 1) menjelaskan bahwa bentuk
kasko kapal perikanan pada bagian haluan berbentuk ”V” bottom, sedangkan
pada bagian tengah hingga buritan terdapat lima variasi bentuk kasko kapal perikanan, yaitu:
1.
Round bottom,
yaitu tipe kasko kapal dengan bentuk bulat hampir setengah lingkaran;
2.
Round flat bottom,
yaitu tipe kasko kapal dengan bentuk bulat yang rata pada bagian
bawahnya;
3.
”U” bottom, yaitu tipe kasko
kapal yang memiliki bentuk seperti huruf ”U”,
4.
Akatsuki bottom,
yaitu tipe kasko kapal yang berbentuk hampir menyerupai huruf ”U”, tetapi
setiap lekukannya membentuk suatu sudut dan rata pada bagian bawahnya, dan
5.
Hard chin bottom,
yaitu tipe kasko kapal yang berbentuk hampir sama dengan Akatsuki bottom,
tetapi pertemuan antara lambung kiri dan kanan kapal pada bagian lunas
membentuk suatu sudut seperti dagu.
Bentuk
kasko dari suatu kapal mempengaruhi kapasitas muat, stabilitas, olah gerak dan
tahanan yang disebabkan oleh kasko kapal (tahanan kasko).Dari keempat hal
tersebut yang memiliki peran paling dominan terhadap besamya tahanan gerak
total dari suatu kapal adalah tahanan kasko, dan besar kecilnya tahanan gerak
total ini akan mempengaruhi besamya kecepatan kapal pada saat bergerak.
Djatrniko
(1983), menyatakan bahwa tahanan kasko (tahanan tekanan) adalah suatu tahanan
yang timbul karena adanya pengaruh dan bentuk pada bagian kasko kapal yang berada di bawah air. Tahanan kasko yang
timbul lebih dipengaruhi oleh dimensi utama
kapal dan juga dipengaruhi oleh koefisien bentuk, luas permukaan kapal
yang terbenam di dalam air menentukan besamya tahanan bentuk kapal (Muckle dan
Taylor, 1987). Besarnya tahanan kasko yang dimiliki oleh masing-masing kapal
dari tiap-tiap bentuk kapal berbeda-beda.
Bentuk
kasko memiliki pengaruh terhadap besamya tahanan kasko yang dialami oleh kapal,
Bentuk kasko yang memiliki tahanan kasko terbesar adalah bentuk "U" bottom dan "Akatsuki" bottom. Kemudian dilanjutkan
dengan bentuk round flat bottom dan hard chin bottom. Kelompok yang
mempunyai tahanan kasko terkecil adalah kelompok kapal dengan bentuk kasko round bottom.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar